Kehendak Tuhan


Kehendak Tuhan...

Frase yang sering dianggap sakral. Jika disalahpahami bisa fatal. Sering dijadikan dalih bagi orang yang malas dan mudah menyalahkan keadaan, bahkan mencari kambing hitam atas kegagalannya dengan menyalahkan Tuhan.

Sebetulnya apa sih kehendak Tuhan? Apa yang Tuhan kehendaki? Terhadap diri-Nya, terutama terhadap makhluknya?

  1. Dalam literatur agama Islam, kita mendapati bahwa: "... Allah tidak menghendaki kezaliman (kejahatan) bagi hamba-hamba-Nya." (QS. 40:31)
  2. Pernyataan lain: "... Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. 33:33)
  3. Pernyataan lainnya: "...Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. 22:14) dan yang senada dengannya: "Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya." (QS. 85:16)
Dari sedikit kutipan dari al-Quran di atas tentang "kehendak Tuhan" ada beberapa poin penting yang bisa kita simpulkan berikut ini:
  • Allah menghendaki kebaikan. Jika ada seorang manusia yang berbuat jahat, maka itu adalah hasil pilihan dirinya atas dorongan bisikan Iblis. Hal itu terjadi karena kelemahan diri orang tersebut dan kebodohannya telah mengikuti ajakan Setan, padahal setan adalah musuh nyata bagi manusia.
  • Demikian juga Allah menghendaki kesucian. Maka setiap perbuatan yang cabul, kotor, amoral, asusila atau apapun namanya itu adalah pilihan manusia itu sendiri yang menjauh dari jalan Tuhan.
  • Allah berkehendak, dan Dia berbuat sesuai kehendak-Nya. hal ini mengajarkan agar kita menjadi orang yang aktif, dinamis. Tahu apa yang kita ingini dan berbuat sesuai/selaras dengan keinginan kita. Jika ingin pintar, ya belajar! Jika ingin kaya, ya bekerja! jika ingin bahagia, ya jangan membuat orang lain sengsara! dst dst dst.... Integritas dan konsisten, serta sinkron antara keinginan dan perbuatan
Semoga sharing singkat ini bermanfaat. Koreksi atau diskusi sangat kami apresiasi, agar yang membaca tulisan ini dapat semakin banyak mengambil manfaat.